Tulisan yang ingin anda tampilkan

Selasa, 27 September 2011

Sembilan Penganut Aliran Sesat Tanpa Busana di Bone Digrebek Polisi

Bone (Voa-Islam) - Sebuah rumah di Jl Jambu, Kelurahan Jepee, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone digerebek warga dan anggota kepolisian, Minggu (25/9/2011) siang. Warga menduga rumah yang terletak dekat Kantor Kelurahan Jepee tersebut dihuni penganut aliran sesat.

Setidaknya, sembilan penganut aliran sesat di  Bone, Sulawesi Selatan, ditangkap, Ahad (25/9). Aliran ini mengharuskan kaum perempuan tampil tanpa busana alias telanjang bulat. Terbongkarnya "komplotan" aliran sesat ini berawal ketika warga memergoki mereka tengah menggelar ritual. Ada yang ganjil dalam ritual itu: semua wanitanya tampak bugil.

Lebih dari itu, perempuan yang mengikuti ritual terus dipukuli. Bahkan nyaris dibakar. Beruntung, sebelum benar-benar dibakar, warga dan polisi cepat mendobrak pintu rumah tempat ritual digelar.

Sempat ada perlawanan, tapi tak lama. Polisi lalu menggelandang semua pengikut aliran "aneh" ini ke Markas Kepolisian Sektor Tanete Riatang. Sedang dua anggota yang nyaris dibakar dibawa ke rumah sakit.
Warga sudah curiga sejak satu bulan lalu. Pasalnya, tiap kali para penghuni rumah menggelar ritual, kegaduhan terdengar hingga rumah tetangga sekitarnya.

Warga yang mulai penasaran kemudian mengintip ke dalam rumah dan mendapati penghuninya tengah menjalani ritual yang tidak lazim. Hingga pada puncaknya, kegaduhan membuat warga penasaran dan menghubungi markas kepolisian setempat. Warga dan polisi lalu mendobrak rumah tersebut.

Saat digerebek, warga terkejut lantaran mendapati dua perempuan muda penghuni rumah tengah telanjang. Keduanya juga mengalami luka serius pada bagian kelamin dan mengalami luka bakar.

Seluruh penghuni rumah yang berjumlah sembilan orang dalam keadaan tidak sadar. Polisi langsung melarikan dua perempuan yang luka ke rumah sakit setempat. Sedangkan tujuh orang lain diamankan di Mapolsek Tanete Riattang untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Ali Syahbana membenarkan adanya pemeriksaan terhadap tujuh warga yang diduga pengikut aliran sesat. Namun, belum banyak informasi yang diperoleh polisi karena ketujuh orang tersebut masih tidak sadar.

Polisi yang kesulitan memeroleh keterangan lalu menghubungi kerabat ketujuh korban kesurupan agar dibawa pulang."Dua penghuni rumah yang luka diduga tidak sadar dan menyakiti diri sendiri. Keduanya tengah dirawat di rumah sakit," tutur Ali yang dihubungi, kemarin.

Warga sekitar rumah terduga pengikut aliran sesat mengaku resah dengan keberadaan mereka. Malah warga mengancam akan mengusir penghuni rumah jika kembali mendiami rumah semi permanen di tengah kota Watampone tersebut. (Desas/Tribunnews)

Giliran Bom Solo Meledak, Semua Heboh.. 7 Warga Ambon Tewas Dibantai ???…

Pesan Kaum Muslimin Ambon atas Ledakan di Solo

AMBON – Kaum Muslimin Ambon, korban kedzoliman pasca kerusuhan 11 September 2011, mengirim pesan menanggapi ledakan bom yang terjadi di GBIS Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, Ahad (25/09/2011), sekitar pukul 10.55. Mengapa kaum Muslimin diperlakukan diskriminatif?
Pasca ledakan bom di GBIS Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, Ahad (25/09/2011) sekitar pukul 10.55 WIB, aparat pemerintah terlihat langsung sibuk. Selain presiden SBY sendiri yang langsung bereaksi keras memberi instruksi untuk mengungkap pelaku peledakan, Kapolri dan Kabareskim pun langsung mengunjungi TKP. Bahkan Presiden sendiri bisa langsung menuding pelaku adalah anggota jaringan teroris Cirebon. Hal ini sangat berbeda sekali dengan ketika kerusuhan Ambon meletus pada Ahad, 11 September 2011 lalu, dimana hingga kini belum juga diungkap siapa pemicu dan pelaku kerusuhan tersebut. Berikut sms keprihatinan dari kaum Muslimin Ambon yang dikirin ke redaksi Arrahmah.com

Pesan kaum Muslimin Ambon korban kedzoliman Nasrani

Ketika bom meledak di gereja kepunton Solo, semua pejabat dari presiden, menkopolhukan, kapolri, sampai ketua umum GP Ansor semuanya berkomentar pedas, mengutuk dan meminta segera diusut dan ditangkap pelakunya. Tapi kenapa ketika tanggal 11 September 2011, kaum Muslimin Ambon menjadi korban kedzoliman orang-orang Nasrani kita tidak mendengar komentar yang sama seperti hari ini ?
Padahal, ada 7 orang Muslimin Ambon yang tewas pada kejadian tersebut, ada 100 orang lebih kaum Muslimin yang terluka, ada 1 kampung Muslim yang habis terbakar rumahnya, ada 3000 pengungsi Muslim yang berada di tempat-tempat pengungsian sampai hari ini dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Bisakah presiden, menkopolhukam, kapolri, kapolda Maluku atau bahkan ketua umum GP Ansor mengungkap dan menangkap dengan segera pelaku yang telah membakar kampung Muslimin Waringin, Ambon, yang telah membunuh 7 orang Muslim yang telah mencederai 100 orang Muslim Ambon?

Minggu, 25 September 2011

Bom Rakitan Meledak di Terminal Mardika, Muslim Ambon Siaga


AMBON (voa-islam.com) – Belum pulih trauma pasca insiden  9/11, Ambon kembali diresahkan bom rakitan yang meledak di terminal Mardika sekitar pukul 23.00 WIT.
“Bomnya kecil, cuma bom rakitan yang diledakkan di sela-sela toko dan jalan. Tepatnya di samping sungai seberang Kodam,” kata seorang warga kepada voa-islam.com, Sabtu (24/9/2011).
Puluhan polisi langsung melakukan pengamanan di TKP. Warga Muslim mencurigai bom rakitan itu sebagai ulah provokator yang ingin mengulang insiden 9/11, karena sebelumnya beredar isu bahwa besok Minggu, 25 September 2011 akan terjadi kerusuhan besar-besaran di Ambon.
“Ini ulah provokator untuk mengacukan kedua belah pihak. Karena saat ini beredar isu akan ada kerusuhan besar-besaran tanggal 25 September,” ujar seorang pemuda Islam yang sedang bersiaga.
Meski tak ada korban, namun suasana Ambon memanas, karena warga masih trauma dengan insiden 9/11 yang menewaskan 8 orang dan menghanguskan masjid serta ratusan rumah Muslim. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga Muslim bersiaga penuh dengan berjaga-jaga di di desa-desa perbatasan, seperti Kampung Waringin, Air Mata Cina, Batu Merah, Mardika dan Jalan Baru. [taz/romly, ahmed widad]

Gereja GBIS Kepunton Solo Dibom, 2 Orang Tewas

 

Ledakan terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS Kepunton), Solo, Minggu (25/9/2011) pukul 10.55. Ledakan diduga kuat sebagai aksi bom bunuh diri. Sejumlah kendaraan yang diparkir di depan gereja juga terpental akibat ledakan tersebut. Menurut salah seorang warga yang kebetulan sedang melintas, suara yang ditimbulkan mirip dengan suara ledakan trafo listrik. Suara ledakan terdengar hingga radius 500 meter.

Sejauh ini, saksi mata dari jemaat GBIS Kepunton yang selamat mengaku, korban luka kebanyakan karena terkena terjangan paku dari ledakan bom. Sementara itu, di lokasi kejadian, garis polisi dipasang sekitar 30 meter dari gereja. Pintu gerbang gereja ditutup rapat. Mayat pengebom yang ada di pintu masuk gereja dibiarkan tergeletak.
Seorang lelaki yang diduga kuat sebagai pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, Minggu (25/9/2011), sempat terlihat memasuki warung internet tak jauh dari lokasi sebelum masuk ke gereja.
Pengelola warnet Solonet di Jalan Arifin, sekitar 200 meter dari gereja yang berada di Jalan AR Hakim Nomor 49, Kota Solo, Sunu, mengatakan, orang tersebut sempat masuk ke kamar mandi warnet untuk berganti baju. “Sempat masuk kamar mandi, lalu keluar sudah ganti baju,” katanya tanpa menyebutkan warna baju pelaku.
Sekitar 20 orang jemaat Gereja Kepunton Solo yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS Dr Oen. Saat ini para korban masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). “Ada sekitar 20 orang yang dibawa kemari,” kata Bambang, salah seorang petugas RS Dr oen kepada detikcom, Minggu (25/9/2011).
Akibat bom bunuh ini, ada 2 orang yang tewas. Selain satu orang, yang diduga pelaku, tewas di lokasi kejadian, satu orang lainnya meninggal di rumah sakit. “Ada 2 meninggal, satu berada di lokasi, dan satu lagi di rumah sakit,” ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto dalam jumpa pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2011).
Djoko menambahkan, identitas kedua orang yang tewas itu sedang dicari. Beberapa korban yang dirawat di rumah sakit, imbuhnya, sudah diizinkan pulang. Saat ini polisi masih mengadakan olah tempat kejadian perkara di Gereja Kepunton 1, Solo, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi ledakan bom. Menurut saksi mata, bom meledak di depan gerbang gereja.
Lima ambulans masih disiagakan di lokasi ledakan di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Minggu (25/9/2011) siang. Selain itu, terlihat pula dua truk Brimob Kompi C Polda Jawa Tengah yang menurunkan pasukan untuk menjaga area kejadian.
Penyisiran dilakukan tim Gegana Brimob, sedangkan olah kejadian dilakukan ahli forensik dan tim Disaster Victim Identification (DVI). Laporan wartawan Tribun Jogja di lokasi kejadian pukul 13.00 menunjukkan, fokus identifikasi awal dilakukan terhadap satu jenazah yang tergeletak di pintu gereja.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah hingga kini terus menyelidiki motif bom bunuh yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah Minggu pagi. Pelaku bom bunuh diri juga sedang diselidiki. “Pelaku tanpa identitas. Namun tersangka adalah laki-laki kira-kira berumur 17 tahun,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Djihartono, Minggu (25/9/2011) siang.
Menurut Djihartono, dari keterangan berbagai saksi hingga kini belum bisa dipastikan apakah tersangka atau pelaku telah berada di gereja sejak pagi atau saat jemaat keluar dari gereja. “Diduga kuat bom diikatkan di badan tersangka, ini terlihat dari luka di bagian perut,” ujarnya.
Ledakan terjadi setelah sekitar 1.000 umat setempat selesai kebaktian Minggu. Sebanyak 20 korban luka dirawat di RS Dokter Oen dan tiga lainnya di RS Brayat Minulyo, Kota Solo. Dua orang dinyatakan tewas. Kondisi korban tewas cukup mengenaskan dengan luka parah di bagian perut. [KN/KMPS/DTK]

Jumat, 23 September 2011

Aliran sesat kembali meresahkan masyarakat di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat.

Aliran Sesat Hebohkan Warga Bogor
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh:

Kali ini dua kepala keluarga (KK), SH (41) warga Kampung Ciputih dan WI (51) warga Kampung Sukamanah, Desa Sukajaya mengaku telah melakukan penyimpangan.

Namun, berkat pendekatan muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) serta tokoh agama akhirnya mereka tobat dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.

“Kedua kepala keluarga sudah membuat pernyataan tobat secara tertulis yang diketahui camat, kantor urusan agama (KUA), polisi dan koramil,” tutur Sekdes Sukajaya, Ali Saprudin seperti yang dikutip dari Radar Bogor.

Menurut dia, mereka dianggap menyimpang karena bacaan syahadatnya Bismilahi Roh Mani, tak meyakini rukun Islam, meyakini rukun iman hanya kepada Allah saja. All-Quran dianggap kebohongan, mewujudkan Allah dalam jiwanya (wihdatul wujud), serta yang salat dianggap kelinci atau main-main.

Tak hanya itu, kata dia, ibadah haji dianggap tertipu dan tak menganggap Nabi Muhammad SAW. “Mereka mengaku mendapatkan ajaran sesat dari luar daerah,” ungkapnya. Lebih lanjut ia mengatakan, SH dan WI mulai dicurigai warga setempat sejak beberapa bulan lalu karena mereka jarang datang ke masjid.

Ia mengimbau, warga mempertebal keimanan dan ketakwaan agar tak mudah terpengaruh hal-hal negatif. “Jangan lengah dan selalu waspada,” kata dia. [ren]

Kamis, 22 September 2011

Ini Alasan Kolumnis Mengapa 'New York' Pantas Sebut Obama Presiden Yahudi Amerika Pertama


Obama adalah "Presiden Yahudi Pertama". Itulah judul dari laporan utama majalah New York yang ditulis John Heilemann yang juga mengulas penggalang dana utama Obama.

Mendengarkan Obama berpidato di PBB pada Rabu (21/9 lalu) banyak orang yang akan mengangguk setuju, tak kurang Palestina dan Dunia Arab.

Presiden AS dinilai telah menerima posisi Israel yang gamblang menolak pengakuan internasional terhadap negara Palestina merdeka. Pasalnya itu bukanlah posisi Yahudi, melainkan keinginan radikal Zionist, demikian tulis kolumnis Al Jazeera, Marwan Bishara, mantan guru besar Hubungan Internasional di Universitas Amerika, Paris.

Satu yang perlu dicatata, tulis Marwan, Banyak orang Yahudi, termasuk AS dan Yahudi Israel tidak menerima pandangan ekstrimis macam itu. Namun faktnya, Obama justru melakukan langkah lebih jauh ketimbang pendahulunya.

George W Bush, pendukung Israel paling radikal di antara presiden AS, meninggalkan siapapun di Israel dalam situasi buntu. Namun presiden AS saat ini, Obama, masih menurut Marwan, terdengar seperti pendiri negara Israel itu sendiri.

Tidak pernah sebelumnya, seperti yang dilakukan Obama, terdengar Presiden AS membaca langsung naskah pidato dari pemerintah Israel.

Masih belum lama Obama melontarkan kata-katanya di Kairo, satu setengah tahu lalu mengenai perlunya Israel menghentikan pembangunan pemukiman ilegal di Palestina. Banyak orang menunggu bahwa ia akan menggaris bawahi dan menekankan itu, tidak melemahkan ucapannya.

Obama pula, tulis Marwan, yang memproyeksikan (Marwan memandang sebagai janji) pada akhir September tahun lalu bahwa negara Palestina akan terbentuk dalam hitungan setahun, yang berarti pekan ini. Ironisnya pernyataan itu ia lontarkan di podium yang sama di mana ia memastikan akan memveto langkah Palestina di Dewan Keamanan PBB.

Orang berharap bahwa ia akan menggaris bawahi--sekali lagi tidak melemahkan--retorikanya tentang kebebasan di wilayah Arab. Alih-alih, tulis Marwan, Obama menyepelekan dan menyabotase sendiri seluru slogan yang ia usung saat kampanye presiden 'change we can believe in".

Yang terburuk, narasinya saat berpidato diinspirasi oleh propaganda resmi Israel. Bahkan sebagian besar dari itu di salin dari naskah-naskah mereka (Yahudi)

Obama, tulis Marwan, berbicara berdasar 'fakta' sejarah yang sebagian telah ditolak bahkan oleh sejarawan Israel dan kebenaran yang telah lama diakui sebagai intepretasi sepihak.

Obama, lanjut Marwan, mengklaim bahwa Arab meluncurkan perang terhadap Israel. Padahal, fakta aktual mencatat Israel adalah si agresor yang meluncurka perang pada 1956, 1967, 1982, 2006 dan 2008. Hanya pada 1973 perang diluncurkan dari pihak Arab, namun untuk merebut kembali wilayah yang dijajar setelah AS dan Israel menolak skema damai yang disodorkan Anwar Sadat.

Ia menggarisbawahi bahwa kerja Israel dalam menempa sebuah negara yang sukses sebagai 'tanah kelahiran bersejarah' harus dihormati. Bila demikian, tulis Marwan, apa beda dengan Serbia yang meyakini bahwa Kosowo adalah tanah kelahiran sekaligus bangs mereka. Apakah itu berarti Serbia dibolehkan untuk membentuk negara mereka, negara Serbia yang eksklusif di atas teritori itu?

Pertanyaan retoris disodorkan oleh Marwan, "Haruskan setiap orang yang ditindas, negara yang dijajah mencari akomodasi dari penjajahnya dengan komunitas internsional. Haruskan seluruh orang yang tinggal dalam penindasan hidup dalam penjajahan hingga si penjajah puas dengan kondisi penyerahan mereka?"

Itu politik bodoh


Setiap komentator, tulis Marwan, pasti sudah mengingatkan untuk tak terlalu berharap banyak dari AS dan Israel dalam tahun-tahun pemilu.

Heilemann dari New York, mengilustrasikan karir Obama dalam artikelnya, dibangun atas hubungan dengan kontributor Yahudi yang dermawan di Chicago. Karena dia pulalah banyak uang mengalir ke kantong Partai Demokrat selama beberapa dekade yang mengantarkan Obama menjadi Presiden.

Pria itu pun, Rahm Emmanuel, sempat menjadi Kepala Staff di Gedung Putih. Kini ia menjadi walikota Chicago. Satu catatan, Ayah Rahm adalah tokoh pendiri IDF (Pasukan Pertahanan Israel) di Israel

Bukan hanya uang, tetapi juga dukungan krusial di Kongres. Lobi-lobi Israel dan juga AIPAC, bisa membuat hidup presiden menderita dalam beberapa tahun ke depan.

"Semua itu bisa dimengerti. Namun yang saya tak habis pikir, mengapa AS dengan bodoh menerima  nya sebagai fait accompli," tulisnya di Al Jazeera. "Semua itu alami dalam politik! yang anda lakukan ambil atau tinggalkan!"

"Dalam kasus ini, paling tidak sebut jantung hitam adalah jantung hitam, diluar pemerintahan AS, itu bukan lagi Zionis atau Yahudi, melainkan munafik," tulis Marwan.

Di akhir kolom Marwan menegaskan, "Mereka berbicara keadilan tetapi mengejar kebijakan tak adil, berbicara penindasan tapi mengutamakan kepentingan dengan cara apa pun. Mereka mengotbahkan kebebasan tetapi mendukung penindasan, menyoal hak asasi manusia namun bersikeras mempercayai srigala, dan srigala itu ditempatkan di kandang ayam."

Habi Rizieq: Kami Bangsa Indonesia Siap Revolusi

Jakarta -  Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Laskar Antikorupsi Pejuang (LAKI Pejuang), Kamis (22/9/2011), mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan komitmen memberantas korupsi.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazir, Permadi (politikus Gerindra), Ridwan Saidi (Budayawan), hingga Habib Rizieq (Ketua Umum FPI), KH. Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI).
Bertepatan dengan pemeriksaan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan PLTS di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), KPK diserbu ratusan pendemo dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) dan kelompok masyarakat.
Selain dari LAKI, ormas yang hadir lainnya dari FPI, FAKTA. Bahkan salah satu ormas yang hadir sejak pagi mendirikan tenda kecil di depan lembaga yang diketuai Busyro Muqoddas itu.
Dalam aksinya mereka menuntut KPK untuk segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang saat ini ditangani oleh KPK. “Akibat perbuatan koruptor banyak masyarakat melarat. Kalau koruptor tidak dihukum dengan berat, kami bangsa Indonesia siap melakukan revolusi,” ujar Habib Rizieq dalam orasinya di halaman gedung KPK diiringi oleh pekikan takbir dari peserta aksi.
Habib Rizieq membacakan deklarasi Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (09/22). “Allahu Akbar. Merdeka, mari kita berantas korupsi sampai tetes darah terakhir, korupsi kejahatan yang tidak boleh ditolerir dan pandang bulu, sekalipun orang yang berada di Istana,” tegasnya
Habib Rizieq juga mengimbau para pemimpin bangsa untuk tidak meremehkan kekuatan masyarakat. Jika tidak mampu memberantas korupsi, maka rakyat akan marah dan akan melakukan revolusi. “Hidup revolusi, takbir, saya ingatkan kepada pemimpin bangsa ini jangan remehkan rakyat Indonesia. Kekuatan umat dan rakyat dengan izin Allah kami akan melakukan revolusi,” imbuhnya.
Tema acara ini adalah pendeklarasian LAKI dan untuk menyelamatkan NKRI dari bahaya kemiskinan rakyat akibat korupsi dan kolusi, Acara ini dihadiri 33 perwakilan daerah LAKI yang ada di seluruh Indonesia. [KbrNet/SI/Foto: Suara Islam]